Feature,  Parenting,  Psychology

Kenalan Yuk Dengan Profesi Psikolog Pendidikan Anak

Pernah dengar profesi psikolog pendidikan anak dan remaja? kalau profesi psikolog sudah sering dengar dong, itu tuh yang suka dibilang sama orang bisa baca pikiran orang dan bantu orang yang punya masalah dengan kesehatan Mental. Saya sendiri, Arien, bekerja sebagai Psikolog Pendidikan. Di blog ini, saya mau sharing sedikit tentang profesi saya.

Psikolog itu banyak spesialisasinya

Sama seperti dokter spesialis yang punya bidang spesialis masing-masing. Kalau dokter dibagi-bagi ke bagian tubuh spesifik, kami psikolog dibagi-bagi ke bagian usia perkembangan, atau lingkungan hidup manusia. Ada psikolog pendidikan, perkembangan, klinis anak/remaja/dewasa, industri, sosial, forensik, dan masih banyak lagi.

Psikolog nggak sama dengan dokter atau psikiater

Hal ini sering sekali ditanya orang, bedanya dimana? Dokter dan psikolog jelas bedanya, Dokter membantu permasalahan tubuh manusia atau fisik, sedangkan psikolog dan psikiater membantu masalah yang berhubungan dengan mental, perilaku, psikologis seseorang.

Nah bedanya psikiater dan psikolog apa dong? Psikiater biasanya berurusan kesehatan mental dan perilaku yang berhubungan langsung dengan kondisi fisik dan perlu disupport dengan obat, misalnya ketidakseimbangan hormon, masalah perkembangan, masalah saraf otak atau fisik.

Psikolog membantu masalah kesehatan mental dan perilaku yang berhubungan dengan lingkungan sosial, misalnya depresi karena bullying, gangguan makan karena tekanan untuk kurus dari lingkungan, Masalah kecemasan karena masalah pola asuh orangtua yang kurang tepat.

Baik Psikolog maupun Psikiater bisa mendiagnosa gangguan mental, tetapi Psikiater mungkin lebih sering melakukan hal ini karena biasanya memberikan support obat. Psikolog lebih sering membantu dengan pendampingan dalam bentuk konseling atau melalui support group (keluarga dan sekolah)

Psikolog tidak bekerja sendiri

Walaupun kami punya spesialisasi masing-masing. Dulu saya pikir saya akan bekerja sendiri tapi ternyata nggak. Tergantung dengan tempat kita bekerja dan spesialisasi, profesi psikolog ternyata bekerja sama dengan banyak pihak yang punya latar belakang pekerjaan berbeda.

Contoh saya, saya bekerja sebagai psikolog pendidikan di sekolah saya bekerja sama dengan guru, kepala sekolah, bahkan bisa sampai petugas perpustakaan. Pada kasus tertentu saya bekerja sama dengan psikolog perkembangan, psikolog klinis, terapis bahkan dokter tumbuh kembang.

Psikolog sekolah dan guru BK

Saya biasa disebutnya Konselor Sekolah, orang biasanya langsung bilang “Oooh guru BK”. No, psikolog sekolah beda dengan guru BK. Hahhaha. Idealnya di sekolah ada guru BK yang bekerja sama dengan saya.

Beda kerjanya dimana kan sama-sama konseling anak? Betul itu salah satunya. Kelebihan guru BK yang saya tidak punya adalah ilmu pendagogi (pengajaran di kelas) dan menyusun rencana ajar. Saya sebagai psikolog sekolah saya membuat program pendukung dan strategi belajar/pengajaran tidak hanya untuk murid, guru, orangtua, kepala sekolah, juga manajemen bila memungkinkan.

Pekerjaan saya termasuk melakukan pemeriksaan dan diagnosa awal (tes psikologi termasuk disini), rekomendasi terapi bila perlu, memberikan rujukan, sampai membuat pelatihan guru dan orangtua. Untungnya di sekolah tempat saya bekerja konselor sekolah tidak perlu masuk ke kelas.

Psikolog pendidikan nggak cuma ditemukan di sekolah

Profesi ini bisa ditemukan di biro-biro psikologi atau klinik tumbuh kembang anak. Bidang permasalahan yang kita bisa bantu tentu berhubungan dengan pendidikan, misal kesulitan belajar anak, kebutuhan atau strategi belajar anak berkebutuhan khusus, kecocokan kemampuan (IQ) dan minat bakat, Informasi tentang pola asuh, tumbuh kembang, dan pendampingan belajar anak dan remaja.

Jadi bila pembaca Inspirazzle sedang membutuhkan rekan diskusi dan informasi mengenai hal-hal di atas bisa konsultasi dengan psikolog pendidikan anak dan remaja yang berpraktik di klinik tumbuh kembang atau biro psikologi terdekat. Semoga Informasinya membantu yaa.

Manteman, terima kasih ya sudah membaca blog kami. Buat manteman yang menyempatkan buat komen, kami juga akan blogwalking ke blog manteman. Follow juga social media kami ya Arien’s Twitter & Arien’s Instagram dan Sissy’s Twitter & Sissy’s Instagram

2 Comments

    • arianne

      Betul, kalau di Indonesia untuk psikologi pendidikan tidak ada yang S1. Kalau S1 kita bisa ambil Jurusan Psikologi, nanti peminatan atau pilih mata kuliahnya bisa ambil Psikologi Pendidikan. Saat pendidikan magister dan profesi psikolog di S2, baru deh bisa pilih khusus Psikologi Pendidikan. Semoga membantu yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *