Movie

Movie and Chill: Over The Moon – Honest Review

Hi Manteman. Kali ini aku kembali mau mereview film yang lumayan nge-hits di Netflix: Over The Moon. Kemaren aku nonton film ini bareng anak, karena ini film keluarga.

Fueled with determination and a passion for science, a bright young girl builds a rocket ship to the moon to prove the existence of a legendary Moon Goddess. Directed by Oscar®-Winning Filmmaker & Animator, Glen Keane, and produced by Gennie Rim and Peilin Chou. Starring Cathy Ang, Phillipa Soo, Robert G. Chiu, Ken Jeong, John Cho, Ruthie Ann Miles, Margaret Cho, Kimiko Glenn, Artt Butler and Sandra Oh.

Trailer film ini yang tampak ceria berwarna-warni sejujurnya sih agak menipu. Kenyataannya hampir setengah awal film diisi oleh tema yang sangat serius: kematian salah satu orang tua dan kedatangan calon orang tua baru dalam kehidupan si tokoh utama FeiFei.

Mana penggambarannya juga daleeem banget. Asli aku nangis pas nonton bagian itu.

Tapi setelah FeiFei berhasil pergi ke bulan, kesananya film nya memang lebih ceria dan berwarna-warni. Walaupun, once again, jalan ceritanya agak belibet nggak sesimpel Frozen yang anak balita aja bisa langsung ngerti.

Aku nonton sama si kecil dan harus menjelaskan bagian-bagian tertentu yang dia ga paham.

Beberapa bagian yang aku suka dari Over The Moon adalah budaya Tiongkok yang kental tanpa terkesan cuma sekedar setting atau tempelan. Orang tua FeiFei berjualan moon cake, dan pembahasan tentang Dewi bulan di Lunar Festival adalah titik balik dari karakter FeiFei yang menjadi fokus utama keseluruhan cerita.

FeiFei juga digambarkan sebagai anak yang pintar terutama dalam matematika, fisika dan engineering. Jadi filmnya sangat kental female empowerment nya. Buat manteman yang ingin anaknya terinspirasi buat mengejar bidang STEM, boleh banget diajak nonton film ini.

Nggak seperti film kartun produksi Disney, dalam Over The Moon tidak ada karakter penjahat. Semua karakter bisa jahat dan baik tergantung pada bagaimana persepsi orang lain terhadap dia. Misalnya: calon orang tua tiri FeiFei adalah orang jahat buat FeiFei, tapi FeiFei sendiri adalah orang jahat buat calon adik tirinya yang sudah sangat bahagia akan memiliki kakak perempuan.

Desain istana bulan juga bagus banget. Dengan warna-warna neon yang seperti berpendar di latar belakang yang didominasi warna gelap.

Selain itu karakter Dewi bulan nya juga cantiiik. Sepertinya tim desain mengambil bentuk tubuhnya dari lukisan cina kuno karena walaupun berdesain 3D modern tapi terasa seperti keluar dari lukisan dewa-dewi Tiongkok kuno.

Kekurangan film ini menurut saya hanya di intensitas percakapannya. Banyak inti cerita yang diceritakan melalui kata-kata dan kurang melalui gesture wajah atau tubuh karakternya. Jadi misalnya seperti anak saya yg emang belum bisa baca subtittle jadi bosan karena dia ga paham ceritanya apa, harus dibantu sama aku menterjemahkan.

Kalau ternyata filmnya yang awalnya terasa berat ke science tau-tau belok jadi fantasy sih ya diterima aja lah ya. Namanya juga film buat anak kecil. Hehehe.

Nah sekarang siapa yang punya rekomendasi olshop yang jual scarf dewi bulan seperti punya FeiFei, karena saya naksir banget sama scarf itu tapi ga nemuin ada yang jual. Hahaha.

Manteman, terima kasih ya sudah membaca blog kami. Buat manteman yang menyempatkan buat komen, kami juga akan blogwalking ke blog manteman. Follow juga sosmed kami ya Sissy’s Twitter & Sissy’s Instagram dan Arien’s Twitter & Arien’s Instagram