Movie

Betapa Anehnya Film The Boss Baby

Tiga kata untuk film The Baby Boss ini, khayalan tingkat tinggi. Bayangkan, Bayi, tapi Boss, bisa ngomong dan punya uang banyak. Kayaknya ga mungkin banget khan ada di dunia ini.

Alhasil saya ngotot pengen nonton The Boss Baby ini karena pas lihat trailernya kayaknya kok ceritanya ga biasa banget gitu. Dan berhubung bioskop sekarang sedang digempur oleh rentetan film box office, takut keburu menghilang, begitu The Boss Baby jadi Family Movie Time di CGV saya langsung ngotot kalau kami harus nonton.

Jadi cerita The Boss Baby itu kira-kira begini:

Tim bahagia menjadi anak tunggal, tetapi orang tuanya tiba-tiba membawa pulang seorang bayi, yang memakai jas dan jam tangan Rolex serta membawa tas kerja. Anehnya, orang tua Tim tidak merasa aneh sama sekali. Suatu hari, Tim menemukan bahwa adik barunya bisa berjalan, berbicara, dan bahkan dia adalah seorang Manajer di Baby Corp yang diutus ke dunia dalam misi rahasia. Apa misinya? Untuk menggagalkan peluncuran anjing yang tidak akan bertumbuh besar, yang dikhawatirkan akan membuat manusia tidak akan ingin punya bayi lagi. Tim bersedia membantu dengan syarat apabila misinya berhasil, si bayi akan kembali ke Baby Corp agar Tim kembali menjadi anak tunggal. Akan berhasilkah rencana ini?

Saya sangat suka dengan khayalan yang menjadi dasar cerita The Boss Baby. Ini seperti khayalan yang kita dapatkan saat membaca cerita anak-anak klasik seperti Jack and The Beanstalk atau Alice in Wonderland. Dimana khayalan berbaur dengan kenyataan. Anak kecil mungkin menikmati The Boss Baby karena buat mereka menarik melihat bayi yang lagaknya seperti orang dewasa. Tapi buat orang dewasa justru bikin dahi berkerut, ini ceritanya kenyataan atau khayalan sih? Kalau kenyataan kok sepertinya nggak mungkin banget. Tapi kalau khayalan dimana mulai masuk ke khayalannya? Spoiler sedikit ya manteman, kuncinya ada di bagian paling awal dan akhir film. Baru deh kita nyadar yang mana saja yang khayalan.

Film ini juga mengangkat tema yang cukup sensitif: adik. Teman-teman saya di socmed juga banyak yang suka membahas “kapan sih pas nya memberi adik?”. Kebanyakan orang tua, seperti juga orang tua Tim berasumsi bahwa anak akan lebih senang kalau ada adik, bahwa seiring waktu kedua bersaudara itu juga akan menjadi kompak. The Boss Baby menampilkan kenyataan bahwa ada lho anak yang bahagia menjadi anak tunggal, ada anak itu tidak siap menjadi kakak, tidak siap harus berbagi kasih sayang. Apalagi kalau keputusan memberi adik adalah 100% diputuskan oleh orang tua. Dan The Boss Baby menggambarkan kesedihan Tim dengan cara yang menyentuh banget.

Sayangnya banyak blooper di The Boss Baby, misalnya seperti tumpahan susu yang tau-tau menghilang. Nah, saya sendiri kurang yakin apakah blooper tersebut disengaja untuk membedakan bahwa waktu itu adalah khayalan Tim sehingga dunianya tidak nyata, atau memang kesalahan dalam produksi. Sejujurnya sih saya berpikir pilihan pertama lebih masuk akal, karena aneh banget studio sebesar DreamWorks bisa melakukan sangat banyak kesalahan produksi dalam sebuah film.

Selain itu, saya sih salut banget sama The Boss Baby yang bisa mengangkat tema tekanan pekerjaan dan permasalahan manajerial menjadi bahan film untuk anak-anak. Kalau diperhatikan benar-benar, The Boss Baby sebagai fokus dari film ini punya karakter dan gaya bicara yang sangat dewasa. Pada saat mengobrol dengan Tim, justru Tim yang terasa amat sangat seperti anak kecil. Hahaha, aneh memang. Tapi justru disanalah film ini jadi terasa sangat menarik.

Ternyata, The Boss Baby ini diangkat dari buku cerita anak yang berjudul sama. Buku karangan Marla Frazee dan ilustrasi nya juga digambar oleh Marla Frazee sendiri diterbitkan pada 2010 dan merupakan salah satu best seller pada masanya. Buku The Boss Baby dan sekuel nya The Bossier Baby tersedia di Amazon dan Book Depository. Buat manteman yang tertarik untuk membeli, tapi tidak/belum memiliki kartu kredit, kita terima jastip untuk buku The Boss Baby dan buku-buku luar lainnya. E-mail aja ke inspirazzle@gmail.com ya 🙂

Manteman sendiri apa sudah nonton The Boss Baby? Setuju atau nggak nih dengan review saya? Ditunggu komen nya ya

2 Comments

  • bella agmia

    Aku udh nonton filem ini. Menurut pemikiran anak ku sih resep, Tapi menuerut org dewasa emng aneh, gal masuk akal. Haha namanya jg filem bocil ya, jadi dibawa seru aja nontonnya 😁

    • Sissy

      Iya banget, aneh kan Kak. Tapi jadi amaze sendiri ngebayangin imajinasi anak tuh bisa liar banget ya.